Untuk memperoleh manfaat maksimal susu, perhatikan mutu serta cara penyajian yang tepat.
Anak dalam masa tumbuh kembang memerlukan beragam nutrisi yang berasal dari asupan makanan dan minuman yang dikosumsi. Kalsium adalah salah satu zat gizi yang penting bagi mereka. Susu merupakan sumber kalsium yang baik unuk anak.
Yang perlu diperhatikan adalah kualitas dan cara penyajian susu dengan benar. Jika tak tepat, justru manfaat yang ingin diperoleh tidak tercapai serta dapat mengganggu organ pencernaan didalam tubuh yang merupakan produsen imunitas atau daya tahun tubuh.
Menurut Ahli nutrisi Rienani Mahadi, sebaiknya pilih susu yang berkualitas dan disesuaikan kebutuhan si kecil.
Yang perlu diperhatikan ketika memilih susu antara lain, kandungan nutrisi per saji. Apakah tiap saji memenuhi kebutuhan gizi harian si kecil. Kedua, kandungan nutrisi per 100 gram.
Ketiga, kandungan gula rendah atau minim. Keempat, perhatikan besar kemasan dengan berat bersih susu dan perhatikan jaminan halal, kredibilitas produsen, nomor registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta nomor layanan konsumen.
Selain harus memperhatikan pemilihan susu. Cara penyajian susu juga perlu diperhatikan oleh para orang tua untuk menjaga kandungan gizi tidak berkurang. Sekarang berbagai produk susu pertumbuhan sudah mengandung prebiotik seperti Lactobasilus Protectus. Kandungan prebiotik seperti ini akan hilang jika tidak memasak dengan cara yang benar.
"Untuk membuat susu disarankan menggunakan air dengan suhu 45 derajat atau sekitar dua gelas kecil air biasa digabung dengan satu gelas kecil air panas bersuhu 100 derajat," ujar Rienani.
Menurutnya, dengan suhu 45 derajat prebiotik yang tertidur dalam susu dapat berfungsi optimum.
Susu, menurutnya, juga bisa disajikan dalam keadaan dingin karena tidak akan mengurangi kadar gizi yang terkandung. Dia juga menyarankan untuk menyegerakan meminum susu setelah disajikan.
Selain cara penyajian, penyimpanan susu yang baik turut berpengaruh terhadap kualitas susu. Menurut Rienani, Untuk menghindari penurunan kualitas susu, harus dilakukan penyimpanan yang baik. Dengan menyimpan susu dengan kantong alumunium foil dalam wadah tertutup kering dan sejuk.
Dia menyarankan agar bubuk jangan dituang dalam toples atau wadah lain. Selain itu, kemasan yang telah dibuka agar habis sesuai hari sajian (400 gram maksimal 7 hari).
Sumber : http://republika. co.id/berita/ 12915.html
Anak dalam masa tumbuh kembang memerlukan beragam nutrisi yang berasal dari asupan makanan dan minuman yang dikosumsi. Kalsium adalah salah satu zat gizi yang penting bagi mereka. Susu merupakan sumber kalsium yang baik unuk anak.
Read More..
Tuesday, December 9, 2008
Penyakit Radang Tenggorokan Pada Anak
Penyakit ini kerap menyerang anak-anak. Dan ternyata, virus serta bakteri sama-sama jadi penyebabnya!
Apakah si kecil Anda sudah pernah terkena radang tenggorokan? Asal tahu saja, walau virus dan bakteri menimbulkan penyakit yang sama, gejala yang muncul berbeda, lho!
Antara virus dan bakteri
Sebagai biang keladi radang tenggorokan, ternyata virus dan bakteri punya satu kesamaan. Keduanya sama-sama menyebabkan suhu badan si kecil meningkat, sampai lebih dari 38 ° C. Meski begitu, gejala-gejala yang menyertainya sangat berbeda (lihat boks “Gejala yang Berbeda”).
Masalahnya, anak yang terlalu kecil biasanya belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Jadi, kitalah yang harus memperhatikan apakah ia mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau tidak. Dari sini, gejala-gejala lain umumnya akan ikut menyertai.
Menurut Ram Yogev, MD, dari Children’s Memorial Hospital, Chicago, Amerika Serikat, setiap tahunnya, jutaan anak mengunjungi dokter karena radang tenggorokan. Mayoritas radang tenggorokan terjadi akibat virus, bukan bakteri.
Sebagai catatan , penanganan radang tenggorokan akibat bakteri tetap harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi, yakni gangguan di bagian tubuh lain. Misalnya, di ginjal (nefritis), jantung (penyakit jantung rematik), dan sebagainya.
Asal tahu saja, bakteri yang jadi biang keladi radang tenggorokan, yakni Streptococcus grup A, biasanya tidak menyerang anak di bawah usia 3 tahun. Ini antara lain karena risiko mereka untuk terinfeksi bakteri lebih kecil ketimbang anak yang sudah sekolah.
Harus segera ditangani
Penanganan radang tenggorokan yang disebabkan virus dan bakteri memang agak beda. Kalau biang keladinya bakteri, biasanya si kecil dapat diobati dengan antibiotik jenis penisilin. Namun, bila ia alergi penisilin, dokter akan memberikan obat lain.
Sementara itu, bila penyebabnya adalah virus, si kecil akan sembuh dengan sendirinya. Ini karena daya tahan tubuhnya secara bertahap meningkat lagi. Makanya, anak harus cukup istirahat, minum banyak cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi. Cuma, kalau ia terlihat agak mual karena terlalu banyak minum air putih, ganti saja dengan jus buah. Juga, kalau si kecil masih sulit menelan, berikan makanan yang agak lembut. Dalam kondisi ini, obat hanya diperlukan jika anak mengalami demam.
Satu hal lagi, bila sakit tenggorokan sudah berlangsung lebih dari 5 hari dan makin memburuk, atau muncul gejala lain (ruam di perut, dada, dan tangan, serta kaki berwarna merah dengan permukaan kasar), segera bawa anak ke dokter. Gejala tersebut menunjukkan anak menderita Scarlet’s fever. Bakteri Streptococcus memang dapat pula menyebabkan Scarlet’s fever pada sebagian anak. Walau begitu, gangguan ini tidak umum terjadi pada bayi.
Bisa dicegah
Radang tenggorokan dapat ditularkan oleh penderita ke orang lain. Bila Anda sedang radang tenggorokan, misalnya, cegah jangan sampai menulari anggota keluarga lain, termasuk pula si kecil. Caranya, pakailah masker.
Juga, sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum memegang peralatan makan anak. Menjaga kebersihan memang merupakan cara ampuh memotong tali penularan penyakit ini. Selain itu, tingkatkan daya tahan tubuh sehingga baik si kecil maupun kita tidak mudah tertular.
Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A( K), MTrop.Paed., Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Penyakit ini kerap menyerang anak-anak. Dan ternyata, virus serta bakteri sama-sama jadi penyebabnya!
Apakah si kecil Anda sudah pernah terkena radang tenggorokan? Asal tahu saja, walau virus dan bakteri menimbulkan penyakit yang sama, gejala yang muncul berbeda, lho! Read More..
Apakah si kecil Anda sudah pernah terkena radang tenggorokan? Asal tahu saja, walau virus dan bakteri menimbulkan penyakit yang sama, gejala yang muncul berbeda, lho!
Antara virus dan bakteri
Sebagai biang keladi radang tenggorokan, ternyata virus dan bakteri punya satu kesamaan. Keduanya sama-sama menyebabkan suhu badan si kecil meningkat, sampai lebih dari 38 ° C. Meski begitu, gejala-gejala yang menyertainya sangat berbeda (lihat boks “Gejala yang Berbeda”).
Masalahnya, anak yang terlalu kecil biasanya belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Jadi, kitalah yang harus memperhatikan apakah ia mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau tidak. Dari sini, gejala-gejala lain umumnya akan ikut menyertai.
Menurut Ram Yogev, MD, dari Children’s Memorial Hospital, Chicago, Amerika Serikat, setiap tahunnya, jutaan anak mengunjungi dokter karena radang tenggorokan. Mayoritas radang tenggorokan terjadi akibat virus, bukan bakteri.
Sebagai catatan , penanganan radang tenggorokan akibat bakteri tetap harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi, yakni gangguan di bagian tubuh lain. Misalnya, di ginjal (nefritis), jantung (penyakit jantung rematik), dan sebagainya.
Asal tahu saja, bakteri yang jadi biang keladi radang tenggorokan, yakni Streptococcus grup A, biasanya tidak menyerang anak di bawah usia 3 tahun. Ini antara lain karena risiko mereka untuk terinfeksi bakteri lebih kecil ketimbang anak yang sudah sekolah.
Harus segera ditangani
Penanganan radang tenggorokan yang disebabkan virus dan bakteri memang agak beda. Kalau biang keladinya bakteri, biasanya si kecil dapat diobati dengan antibiotik jenis penisilin. Namun, bila ia alergi penisilin, dokter akan memberikan obat lain.
Sementara itu, bila penyebabnya adalah virus, si kecil akan sembuh dengan sendirinya. Ini karena daya tahan tubuhnya secara bertahap meningkat lagi. Makanya, anak harus cukup istirahat, minum banyak cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi. Cuma, kalau ia terlihat agak mual karena terlalu banyak minum air putih, ganti saja dengan jus buah. Juga, kalau si kecil masih sulit menelan, berikan makanan yang agak lembut. Dalam kondisi ini, obat hanya diperlukan jika anak mengalami demam.
Satu hal lagi, bila sakit tenggorokan sudah berlangsung lebih dari 5 hari dan makin memburuk, atau muncul gejala lain (ruam di perut, dada, dan tangan, serta kaki berwarna merah dengan permukaan kasar), segera bawa anak ke dokter. Gejala tersebut menunjukkan anak menderita Scarlet’s fever. Bakteri Streptococcus memang dapat pula menyebabkan Scarlet’s fever pada sebagian anak. Walau begitu, gangguan ini tidak umum terjadi pada bayi.
Bisa dicegah
Radang tenggorokan dapat ditularkan oleh penderita ke orang lain. Bila Anda sedang radang tenggorokan, misalnya, cegah jangan sampai menulari anggota keluarga lain, termasuk pula si kecil. Caranya, pakailah masker.
Juga, sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum memegang peralatan makan anak. Menjaga kebersihan memang merupakan cara ampuh memotong tali penularan penyakit ini. Selain itu, tingkatkan daya tahan tubuh sehingga baik si kecil maupun kita tidak mudah tertular.
Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A( K), MTrop.Paed., Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Penyakit ini kerap menyerang anak-anak. Dan ternyata, virus serta bakteri sama-sama jadi penyebabnya!
Apakah si kecil Anda sudah pernah terkena radang tenggorokan? Asal tahu saja, walau virus dan bakteri menimbulkan penyakit yang sama, gejala yang muncul berbeda, lho! Read More..
Posted by
imbuhyuwono
Subscribe to:
Comments (Atom)


